Kondisi Kian Kritis! Banjir di Demak Meluas Rendam Enam Desa, Butuh Bantuan Darurat Segera
DEMAK, SOROTAN INDONESIA - Dampak banjir yang terjadi di
Kabupaten Demak, Jawa Tengah, akibat jebolnya tanggul dan luapan air Sungai
Tuntang akibat hujan dengan intensitas tinggi semakin meluas karena saat ini
tercatat ada enam desa terdampak banjir, Jumat.
"Enam desa terdampak banjir tersebut, tersebar di tiga
kecamatan di Kabupaten Demak dari sebelumnya hanya beberapa desa," kata
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono di Demak, Jumat.
Ia mengungkapkan, jumlah desa terbanyak terdampak banjir di
Kecamatan Guntur terdapat empat desa, yakni Desa Trimulyo, Sidoarjo, Turitempel
dan Sumberejo.
Jumlah rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Guntur
masih dilakukan pendataan, karena lokasi tanggul jebol juga berada di kecamatan
tersebut.
Tanggul jebol dan terjadi limpasan air Sungai Tuntang
terjadi Jumat (3/4) pagi, sehingga mengakibatkan rumah warga tergenang banjir.
"Kami juga mencatat terdapat empat rumah warga Desa
Trimulyo yang jebol karena lokasinya berada dekat tanggul yang jebol,"
ujarnya.
Sementara di Kecamatan Karangtengah, kata dia, terdapat satu
desa terdampak banjir, yakni Desa Ploso dengan jumlah rumah terdampak 150 rumah
dengan jumlah 600 jiwa serta dua tempat ibadah.
Untuk Kecamatan Wonosalam, imbuh dia, terdapat satu desa,
yakni Desa Lempuyangan. Sedangkan jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan
juga.
"Genangan banjir di masing-masing desa bervariasi,
antara 20 sentimeter (cm) hingga 80 cm," ujarnya.
Hingga saat ini, kata dia, tim gabungan masih melakukan
evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
Pemerintah Kabupaten Demak bersama tim gabungan telah
melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain koordinasi dengan pemerintah
desa dan Forkopimcam, asesmen wilayah terdampak, distribusi karung zak untuk
penanganan darurat tanggul, penyediaan lokasi pengungsian di beberapa titik,
seperti balai desa dan kantor kecamatan.
Selain itu, upaya lanjutan yang dilakukan meliputi
monitoring wilayah terdampak, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas
instansi.
"Saat ini, debit air di beberapa dukuh seperti Solowere
dan Solondoko masih tinggi. Warga terdampak telah dievakuasi ke Balai Desa
Trimulyo. Tanggul yang jebol di Dukuh Soondoko, Desa Trimulyo dilaporkan
sepanjang sekitar 30 meter," ujarnya.
