Bukan Sekadar Kode & Algoritma! Rektor Unhas: Ancaman Siber Butuh Respon Multidisiplin Lintas Ilmu
MAKASSAR, SOROTAN INDONESIA - Rektor Universitas Hasanuddin
(Unhas) Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ), mengatakan ancaman siber yang semakin
kompleks membutuhkan respons multidisipliner, tidak hanya dari aspek hukum,
tetapi juga teknologi, sosial, dan kebijakan publik.
"Untuk itu diperlukan kolaborasi yang kuat antara
perguruan tinggi dan institusi kepolisian sebagai bentuk tanggung jawab bersama
dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan," kata Prof Jamaluddin
Jompa (JJ) di Makassar, Jumat.
Menurut dia, struktur Pusat Studi Kepolisian di Unhas yang
melibatkan akademisi lintas bidang serta praktisi kepolisian menunjukkan upaya
membangun model kolaborasi transdisipliner.
Kehadiran divisi-divisi seperti riset dan publikasi,
advokasi, hingga pengabdian kepada masyarakat memperkuat fungsi pusat studi
sebagai penghubung antara produksi pengetahuan dan implementasi kebijakan.
“Fenomena kejahatan hari ini berkembang sangat cepat,
terutama di ruang digital. Oleh karena itu, pendekatan berbasis riset dan
kolaborasi lintas disiplin menjadi kebutuhan mendesak,” katanya di sela
persiapan peluncuran Pusat Studi Kepolisian di FH Unhas.
Pada kesempatan yang sama, Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol
Ai Afriandi, mengatakan secara konseptual, Pusat Studi Kepolisian ini mengusung
tiga pilar utama, yakni pengembangan kapasitas, produksi pengetahuan, dan
translasi kebijakan.
Program pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi
personel kepolisian dalam aspek etika profesi, komunikasi publik, serta
manajemen konflik, tiga bidang yang dalam kajian ilmu sosial terbukti
berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.
Di sisi lain, penelitian bersama antara akademisi dan
praktisi kepolisian menjadi inti dari pendekatan berbasis bukti (evidence-based
policing).
Melalui kolaborasi ini, data empiris diharapkan dapat diolah
menjadi rekomendasi kebijakan yang lebih presisi dalam menangani isu-isu
seperti kejahatan siber, dinamika sosial, hingga keamanan berbasis komunitas.
